Perhutani KPH Tasikmalaya Dukung Pengibaran 2.681 Bendera Merah Putih di Gunung Galunggung

Sinergi Tanggal: 2026 - 08 - 18 13 views Penulis: Rusdy
Perhutani KPH Tasikmalaya Dukung Pengibaran 2.681 Bendera Merah Putih di Gunung Galunggung
TASIKMALAYA, PERHUTANI (18/08/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Tasikmalaya mendukung kegiatan pengibaran 2.681 bendera Merah Putih di kawasan Gunung Galunggung, Desa Linggajati, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya, Senin (17/08). Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan yang melibatkan ribuan peserta dari berbagai unsur tersebut berlangsung di kawasan bibir kawah Gunung Galunggung dan mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai pengibaran bendera Merah Putih terbanyak di kawasan gunung. Kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat nasionalisme sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian alam.

Administratur/Kepala Kesatuan Pemangkuan Hutan (KKPH) Tasikmalaya, Danu Prasetyo, menyampaikan apresiasi atas antusiasme seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, pengibaran ribuan bendera Merah Putih di kawasan Gunung Galunggung menjadi wujud kebersamaan dan semangat bela negara dalam memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat semangat nasionalisme dan kebersamaan. Di sisi lain, kami juga ingin mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga kawasan Gunung Galunggung agar tetap lestari dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Danu.

Danu menegaskan bahwa Gunung Galunggung merupakan bagian dari kawasan yang dikelola Perhutani sehingga kelestarian hutan menjadi tanggung jawab bersama. Menurutnya, kawasan hutan tidak hanya memiliki fungsi ekologis, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung aktivitas wisata alam.

“Perhutani berkomitmen untuk terus menjaga kelestarian kawasan hutan Gunung Galunggung. Kami mengajak masyarakat dan seluruh pengunjung untuk menjaga kebersihan, tidak membuang sampah sembarangan, serta bersama-sama menjaga kelestarian kawasan,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin menyampaikan bahwa pengibaran 2.681 bendera Merah Putih di bibir kawah Gunung Galunggung bukan sekadar pencatatan rekor MURI, tetapi juga membawa pesan penting tentang persatuan dan kepedulian terhadap alam.

Menurut Cecep, Gunung Galunggung memiliki arti penting bagi masyarakat Kabupaten dan Kota Tasikmalaya karena kawasan tersebut menjadi bagian dari sumber kehidupan masyarakat.

“Gunung Galunggung memiliki arti penting bagi kehidupan masyarakat. Momentum ini membawa pesan agar kita bersama-sama menjaga alam tetap lestari. Pengibaran bendera juga menjadi simbol persatuan bangsa Indonesia. Persatuan merupakan kunci dalam menjaga keutuhan bangsa,” ujar Cecep.

Pengibaran ribuan bendera tersebut diikuti berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, instansi pemerintah, pelajar, mahasiswa, komunitas pecinta alam, hingga masyarakat. Para peserta berjalan menuju kawasan bibir kawah melalui ratusan anak tangga sebelum mengikuti rangkaian upacara dan pengibaran bendera.

Bagi Perhutani KPH Tasikmalaya, keterlibatan dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, aparat, komunitas, dan masyarakat dalam menjaga kawasan hutan. Semangat nasionalisme melalui pengibaran Merah Putih diharapkan berjalan seiring dengan kesadaran untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Perhutani KPH Tasikmalaya terus mendorong pengelolaan hutan secara lestari melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Terjaganya kawasan Gunung Galunggung menjadi kepentingan bersama agar fungsi ekologis dan sosial serta manfaat kawasan bagi masyarakat dapat terus dipertahankan.

Momentum pengibaran 2.681 bendera Merah Putih di Gunung Galunggung menjadi pengingat bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui perayaan, tetapi juga melalui kepedulian untuk menjaga alam dan hutan sebagai bagian penting dari kehidupan masyarakat serta aset bangsa. (Kom-PHT/Tsm/Irbas)